Teks Tanggapan Deskriptif : Deskripsi Sugesti, Deskripsi Eksplanatori, Kelebihan dan Kekurangan Teks, serta Cara Meringkasnya

Teks Tanggapan Deskriptif : Deskripsi Sugesti, Deskripsi Eksplanatori, Kelebihan dan Kekurangan Teks, serta Cara Meringkasnya

 

Yandi Hidayatulloh, S.Pd.

Di tulisan sebelumnya sudah dibahas mengenai Teks Tanggapan Deskriptif dilihat dari klasifikasi objeknya. Adapun di bagian ini akan dibahas perihal materi selanjutnya yang masih berhubungan dengan Teks Tanggapan Deskriptif, yakni dilihat dari cara mendeskripsikan objeknya atau cara menggambarkan objeknya. Berdasarkan cara mendeskripsikan objeknya, teks tanggapan deskriptif dibagi menjadi dua jenis: deskripsi sugesti dan deskripsi eksplanatori.
1. Deskripsi Sugesti
Deskripstisi Sugesti dilakukan berdasarkan kesan yang muncul. Kesan dapat muncul, misalnya melalui ekspresi wajah, gerak-gerik, gaya bicara dan sebagainya. Deskripsi sugestif biasanya bersifat imajinatif, muncul dari penafsiran penulisnya.
Sebagai contohnya :
Pada hari pertamaku masuk sekolah, aku diperkenalkan dengan walikelasku. Namanya Pak Darto. Penampilannya sangat sederhana, namun tampak berwibawa. Keramahannya juga terpancar dari wajahnya yang selalu tersenyum. Ia juga merupakan sosok guru yang bersahaja. Setiap ia ke kantor dengan sepeda tua.
2. Deskripsi Eksplanatori
Deskripsi Eksplanatori dilakukan berdasarkan fakta, apa yang dilihat langsung oleh penulis atau pembicaea. Deskripsi eksplanatori menghindari hal-hal yang bersifat subjektif atau imajinatif.
Sebagai contohnya :
Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila. Lambang Negara Indonesia dilambangkan dengan bentuk burung Garuda dengan kepala menoleh ke sebelah kanan. Pada dadanya terdapat perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda. Kaki burung Garuda itu mencengkeram sebuah pita bertuliskan Bhineka Tunggal Ika.
Kelebihan dan Kekurangan Sebuah Teks
Dalam hal apapun, kelebihan dan kekurangan akan kita jumpai. Kelebihan yang ada harus dijadikan sebagai standar agar ke depannya tetap dipertahankan, begitu juga dalam tulisan. Ketika menemukan kekurangan, maka harus menjadi evaluasi agar ke depannya jauh lebih baik, bahkan sempurna.
Di bagian ini dibahas perihal kelebihan dan kekurangan sebuah teks. Selain kesatuan, kepaduan, kelengkapan dan keruntutan, paragraf yang baik harus memperhatikan penggunaan diksi dan ejaan. Penggunaan diksi yang tepat akan membuat paragraf mudah dipahami dan tidak salah tafsir. Ejaan yang benar juga akan membuat pembaca untuk memahami apa yang kita gambarkan melalui paragraf.
1. Diksi adalah pilihan kata. Penggunaan diksi dalam paragraf harus memperhatikan beberapa hal, antara lain topik, pembaca dan jenis paragraf. Topik paragraf mempengaruhi penentuan diksi karena diksi yang tepat akan mengantarkan pembaca memahami topik yang disampaikan penulis. Usia, latar belakang sosial budaya, latar belakang, dan psikologi pembaca memengaruhi daya nalar mereka. Dengan demikian, diksi yang tepat sangat membantu mempercepat pemahaman. Jenis paragraf yang berbeda akan membutuhkan gaya penulisan yang berbeda sehingga akan mempengaruhi pemilihan diksi.
2. Ejaan yang berupa penggunaan huruf dan tanda baca perlu diperhatikan dalam penulisan paragraf. Penggunaan huruf mencakup penggunaan huruf kapital dan penggunaan huruf miring. Penggunaan tanda baca meliputi tanda titik (.), tanda koma (,), tanda hubung (-) dan tanda baca lain. Penggunaan huruf dan tanda baca yang tepat akan menghindari pembaca salahtafsir dan memudahkan pembaca untuk memahami maksud penulis.
Pada pelajaran ini, kalian akan belajar menilai sebuah teks tanggapan deskriptif. Menilai dalam hal ini adalah memberi penilaian baik atau buruk dengan skor nilai. Dalam memberikan penilaian, tentu saja kalian harus mampu bersikap objektif. Jadi yang kalian nilai adalah tulisannya, bukan penulisnya.
Untuk memberikan penilaian, kalian perlu memahami pedoman penilaian. Pedoman penilaian teks tanggapan deskriptif meliputi hal-hal berikut :
1. Aspeks struktur teks, apakah teks yang kalian nilai sudah memenuhi unsur teks tanggapan deskriptif.
2. Aspek kebahasaan, apakah teks yang kalian nilai sudah memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar (pemilihan kata dan penerapan ejaan).
3. Aspek pengembangan gagasan, apakah setiap paragraf teks yang kalian nilai sudah memenuhi unsur kesatuan, kepaduan, kelengkapan dan keruntutan/ urutan.
Beberapa petunjuk penilaian teks tanggapan deskriptif tersebut harus menjadi patokan, pedoman dan dasar dalam menilai sebuah karangan/ teks. Semakin sering membaca dan mempelajari perihal teks tanggapan desktiptif maka semakin baik pula hasil penilaian yang dikeluarkan. Otomatis bukan penilaian berdasarkan siapa penulisnya, melainkan apa hasil tulisannya (teks tanggapan deskriptif).
Memahami Langkah-langkah Meringkas Teks (Teks Tanggapan Deskriptif)
Sudah mengenalkah istilah ringkasan? Atau mungkin di antara kalian ada yang sudah pernah membuat ringkasan sebuah karangan. Baik itu rangkuman ataupun ikhtisar, namun yang pasti menjadikan karangan yang panjang dan banyak menjadi lebih sedikit tanpa menghilangkan gagasan-gagasan pokok setiap karangannya.
Ringkasan adalah penyajian bacaan dalam bentuk singkat dengan mempertahankan urutan isi dan sudut pandang. Dalam meringkas, kalian hanya mengambil inti sari bacaan itu tanpa mengubah struktur teks yang kalian ringkas. Ciri-ciri ringkasan antara lain :
1. Menyajikan teks menjadi lebih pendek/ ringkas
2. Urutan isi wacananya tetap tidak berubah sesuai teks asli
3. Tidak mengubah makna teks
Menulis ringkasan teks sangat bermanfaat. Terutama bagi pelajar karena akan memudahkan seseorang menghafal teks atau memahami informasi terutama pelajaran. Misalnya, saat menghadapi ujian, jauh-jauh hari kalian harus menyusun ringkasan materi pelajaran sehingga dapat dibawa ke mana-mana, dibuka dan dibaca ulang, sehingga tak terasa kalian akan hafal materi tersebut.
Berikut ini adalah langkah-langkah menyusun ringkasan teks tanggapan deskriptif :
1. Membaca teks sampai selesai untuk memperoleh gambaran atau kesan umum tentang isi teks.
2. Mencatat gagasan utama setiap paragraf. Gagasan utama dapat berada di awal, tengah, akhir atau gabungan awal dan akhir paragraf.
3. Menyusun inti sari bacaan menjadi suatu paragraf atau lebih ringkas.
4. Membaca ulang ringkasan untuk memastikan isi ringkasan sama dengan isi teks meskipun disajikan dalam sajian yang lebih ringkas. Membaca ulang juga dimaksudkan untuk mengetahui bahasa yang digunakan pada teks sudah baik dan mudah dipahami.
5. Jangan sampai ringkasan yang dibuat justru mengubah gagasan utama teks awal. Meringkas bukan sembarang mengambil kata dari setiap kalimat dalam paragraf, namun harus mampu menjadikan bacaan yang panjang menjadi pendek namun tetap memiliki gagasan utama, ide pokok yang sama dengan bacaan awal.
Contoh Teks Tanggapan Deskriptif :

Laki-laki Paruh Baya Penuh Peluh
Di sudut pintu masuk pasar duduk seorang laki-laki paruh baya. Namanya Usman Nurrahman. Dia memakai celana pendek berwarna hitam yang warnanya sudah pudar dan terdapat kotoran debu berwarna cokelat keputih-putihan. Baju kaos yang dikenakan semula berwarna putih sekarang sudah kumal dan pudar. Lengannya yang kukuh penuh urat dapat dilihat betapa berat pekerjaannya sebagai kuli panggul selama ini. Kulitnya yang hitam legam menandakan pekerjaannya sering terpapar sinar mentari yang ganas. Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh rintangan dan duri. Semua jalan hidup itu dijalaninya dengan penuh rasa syukur.

Teks Tanggapan Deskriptif : Deskripsi Sugesti, Deskripsi Eksplanatori, Kelebihan dan Kekurangan Teks, serta Cara Meringkasnya

Be Sociable, Share!

2 thoughts on “Teks Tanggapan Deskriptif : Deskripsi Sugesti, Deskripsi Eksplanatori, Kelebihan dan Kekurangan Teks, serta Cara Meringkasnya

Leave a Comment