Model Bahan Ajar Menulis Puisi di SMA

Model Bahan Ajar Menulis Puisi di SMA

 

Prito Windiarto, S.Pd.

 

Berdasarkan hasil analisis lirik lagu grup band Sheila on 7 dalam album “Kisah Klasik untuk Masa Depan” maka dapat memberikan implikasi positif bagi pendidikan dan pengajaran. Adapun model bahan ajar menulis kreatif puisi di SMA berdasarkan hasil analisis lirik lagu grup band Sheila on 7 dalam album  “Kisah Klasik untuk Masa Depan” di atas dapat dijelaskan sebagai berikut.

Satuan Sekolah             : SMA

1) Standar Kompetensi : Menulis

8. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi

2) Kompetensi Dasar       : Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama dan rima

3) Indikator                     :  Menganalisis unsur lahir puisi pada lirik lagu

Menganalisis unsur batin puisi pada lirik lagu

Menulis kreatif puisi dengan memperhatikan bait, irama dan rima

4) Tujuan Pembelajaran   : Siswa mampu menganalisis unsur lahir pada lirik lagu

Siswa dapat menganalisis unsur batin pada lirik lagu

Siswa mampu menulis kreatif puisi dengan memperhatikan bait, irama dan rima

5) Materi Pembelajaran      :

1.      Pengertian Puisi

Puisi adalah adalah ragam sastra yang berusaha mengungkapkan pemikiran, gagasan dan perasaan penyair dengan bahasa yang padat, indah dan imajinatif.

2.      Unsur Puisi

Sebuah puisi dibangun atas dua unsur yakni unsur lahir dan unsur batin. Beberapa ahli menyebut unsur lahir  sebagai metode puisi dan unsur batin sebagai hakikat puisi. Lebih jelasnya kita akan bahas dalam uraian berikut.

a)      Unsur Lahir (Metode Puisi)

Unsur lahir puisi adalah struktur fisik atau struktur luar dari puisi.. Unsur lahir yakni unsur estetik yang membangun struktur luar dari puisi. Unsur-unsur tersebut yakni:

1.      diksi (diction)

2.      imaji (imagery)

3.      kata nyata (the concrete word)

4.      majas (figurative language)

5.      ritme dan rima (rhythm and rime)

b)      Unsur Batin (Hakikat Puisi)

Unsur puisi berikutnya setelah unsur lahir adalah unsur batin. Unsur batin puisi adalah medium untuk mengungkapkan makna yang hendak penyair sampaikan.

Waluyo (1987: 106) menyebut “Ada empat unsur hakikat puisi, yakni: tema (sense), perasaan penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone) dan amanat (intention).”

 

3.      Menulis Kreatif Puisi

Kurniawan dan Sutardi (2012: 39) mengungkapkan “Proses  kreatif menulis puisi terdiri atas empat tahap, yaitu, penentuan ide, pengendapan, penulisan, serta editing dan revisi.” Empat proses tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

a)   Pencarian Ide

Pada tahap ini penyair mencari ide/insprirasi untuk puisi yang akan ditulisnya. Ide itu bisa berasal dari pengalaman batin pribadi penulis seperti kegundahan, kekecewaan, kebahagian, dan lain sebagainya. Bisa juga berasal dari pengalaman orang lain atau berdasar peristiwa/kejadian yang menggugah, misal bencana alam. Salah satu kiat untuk mendapatkan ide adalah dengan sering membaca buku, berjalan-jalan melihat sekitar, menonton pertunjukan, drama, film, atau berdiskusi dengan orang lain.

b)   Pengendapan atau Perenungan

Langkah berikutnya setelah ide didapatkan adalah dengan merenungkan atau mengendapkan ide tersebut. Pengendapan ini penting agar ide itu benar-benar matang. Proses pengendapan antara lain dilakukan dengan berkontemplasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Misal, hendak dibawa kemana ide ini? Bagaimana penyajian kata-katanya? Bagaimana teknik penulisannya? Pertanyaan itu direnungkan baik-baik dan dicari jawabanya oleh diri sendiri.

c)        Penulisan

Apabila ide itu sudah diendapkan  maka saatnya dituliskan. Sebaiknya tidak ditunda-tunda, tulis apa yang ada dalam benak, jangan dulu direvisi. Biarkan tulisan itu mengalir. Jika buntu atau macet, maka berhentilah terlebih dahulu, istirahatkan pikiran, cari kegiatan yang bisa membuat pikiran lebih segar. Setelah pikiran segar, aktivitas menulis dilanjutkan.

d)  Editing dan Revisi

Apabila sebuah puisi telah selesai ditulis, maka tahap berikutnya adalah melakukan editing dan revisi. Baca ulang puisi yang dibuat. Editing behubungan dengan aspek bahasa,  dan tata  tulis, sedangkan revisi berkaitan dengan isi dan substansi puisi.

 

Berikut lirik lagu Sheila on 7 Berjudul “Bila Kau Tak Disampingku” untuk dijadikan contoh menulis kreatif puisi dengan memperhatikan bait, tema, dan irama.

Bila Kau Tak Disampingku

Eross

Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karna diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu

Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku…

Luapkan kepadaku…

 

Takkan kubiarkan kau menangis

Takkan kubiarkan kau terkikis

Terluka perasaan oleh semua ucapanku

Maafkanlah semua sifat kasarku

Bukan maksudku ‘tuk melukaimu

Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu

Bila kau tak disampingku

 

 

Marilah kita analisis lirik lagu tersebut.

1)        Berdasarkan Unsur Lahir Puisi

(1)   Diksi

Penyair memilih kata yang akan digunakan untuk menuangkan pikiran dan perasaannaya dengan secermat mungkin agar puisi yang dihasilkan dapat mewakili makna batin yang ingin diungkapkannya.

Perbendaharaan kata dalam lirik lagu ini cukup sederhana. Penyair memilih kata untuk mengungkapkan pesan yang hendak yang disampaikannnya dengan cermat. Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut.

Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karna diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu

 

Selain itu penyair juga memilih kata yang menimbulkan kesan romantis. Perhatikan kutipan lirik berikut.

Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
… …

Takkan kubiarkan kau menangis

Takkan kubiarkan kau terkikis

… …

Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu

Bila kau tak disampingku

 

Penyair sangat memperhatikan urutan kata dalam lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku”. Ia menggunakakan kata “tak” untuk mengawali puisinya. Pada beberapa bagian juga dilakukan pengulangan kata untuk menegaskan maksud yang hendak disampaikan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada kutipan berikut.

Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
…….

Takkan kubiarkan kau menangis

Takkan kubiarkan kau terkikis

 

Penyair memilih kata-kata dengan mempertimbangkan daya sugesti dalam kata-kata tersebut. Daya sugesti yang dihadirkan penyair lewat lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku” adalah penyesalan penyair atas sikap kasarnya pada sang kekasih. Daya sugesti tersebut membuat pembaca seolah-olah diajak ikut bersimpati. Perhatikan kutipan berikut.

Maafkanlah semua sifat kasarku

Bukan maksudku ‘tuk melukaimu

Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu

Bila kau tak disampingku

 

(2)      Imaji

Penyair dalam lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku” menghadirkan imaji tentang rasa penyesalan dengan begitu apik. Perhatikan kutipan berikut.

Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karna diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu

 

Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku…

Luapkan kepadaku… oh..

 

Penyair juga menghadirkan imaji citraan penglihatan. Lewat puisinya, penyair seolah-olah mengajak pembaca ikut melihat apa yang dilihat penyair. Perhatikan kutipan berikut.

Takkan kubiarkan kau menangis

 

 

 

(3)           Kata Konkret

 

Agar imaji puisi dapat terhadirkan dengan baik penyair menggunakan kata konket dalam puisi yang diciptakannya. Dalam lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku” penyair menggunakan kata-kata kongkret yang menimbulkan imaji rasa penyesalan. Perhatikan kata-kata berikut.

Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karna diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu

Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… Luapkan kepadaku… oh..

 

Selain itu penyair juga menggunakan kata yang menimbulkan imaji citraan penglihatan.

Takkan kubiarkan kau menangis

 

Lewat kata tersebut penyair seolah mengajak pembaca melihat si kau menangis.

 

(4)          Bahasa Figuratif

Bahasa figuratif digunakan oleh penyair agar puisi yang dihasilkan menimbulkan banyak makna atau kaya akan makna. Pada lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku” terdapat majas hiperbola. Perhatikan kutipan lirik berikut.

Menahan berat jutaan rindu

Selain itu dalam lirik ini juga terdapat gaya bahasa repetisi (perulangan). Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut.

Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
…. ….
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu

Terlalu bodoh untuk diriku
… …

Apalagi menahan egoku
Maafkanlah sikapku
Takkan kubiarkan kau menangis

Takkan kubiarkan kau terkikis

 

(5)          Versifikasi (Rima dan Ritme)

Sayuti dalam Gumiati dan Mariah (2010: 34) mengatakan bahwa “Persajakan (rima) adalah kesamaan dan atau kemiripan bunyi tertentu di dalam dua kata atau lebih, baik yang berposisi di akhir kata, maupun pengulangan bunyi yang sama yang disusun pada jarak atau rentangan tertentu secara teratur.”

Berdasarkan analisis peneliti, pada lirik lagu ini pada bait kedua dan ketiga terdapat keteraturan rima. Pada bait kedua berima akhir aa aa aa. Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut:

Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku…

Luapkan kepadaku…

 

Sementara pada bait ketiga pada baris pertama dan kedua terdapat persamaan rima akhir aa. Pada baris ketiga sampai ketujuh berima akhir bb bb b. Hal tersebut dapat dilihat pada cuplikan berikut.

Takkan kubiarkan kau menangis

Takkan kubiarkan kau terkikis

Terluka perasaan oleh semua ucapanku

Maafkanlah semua sifat kasarku

Bukan maksudku ‘tuk melukaimu

Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu

Bila kau tak disampingku

 

Pada lirik lagu ini juga terdapat pengulangan kata. Hal tersebut dapat dilihat pada penggalan berikut.

Tak seharusnya kita terpisah

Tak semestinya kita bertengkar

… ….

Takkan kubiarkan kau menangis

Takkan kubiarkan kau terkikis

 

2)      Berdasarkan Unsur Batin

(1)   Tema

 

Lirik lagu Sheila  on 7 berjudul “Bila Kau Tak  Disampingku” ini bertema penyesalan dan permohonan maaf seseorang karena telah menyakiti dan mengasari kekasihnya. Sebanya adalah rasa cemburu yang berlebihan. Hal ini dibuktikan dengan kutipan berikut.

Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karna diriku masih butuh kau
Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… itu

…….

 

Takkan kubiarkan kau menangis

Takkan kubiarkan kau terkikis

Terluka perasaan oleh semua ucapanku

Maafkanlah semua sifat kasarku

Bukan maksudku ‘tuk melukaimu

Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu

Bila kau tak disampingku

 

 

(2)          Perasaan

Rasa dalam lirik lagu ini penuh penyesalan. Penyair meminta maaf sepenuh hati karena telah mengasari kekasihnya. Perhatikan kutipan berikut.

Maafkanlah sikapku

Lupakanlah salahku… itu

…. ….

Takkan kubiarkan kau menangis

Takkan kubiarkan kau terkikis

Terluka perasaan oleh semua ucapanku

Maafkanlah semua sifat kasarku

Bukan maksudku ‘tuk melukaimu

 

 

(3)          Nada

 

Nada yang ditunjukan penyair pada pembaca yakni nada memelas. Ia seakan mengajak pembaca ikut bersimpati dengan menunjukkan penyesalan  mendalam. Dibuktikan dengan kutipan berikut.

Maafkanlah sikapku
Lupakanlah salahku… Luapkan kepadaku… oh..

 

 

(4)          Amanat

Lirik lagu “Bila Kau Tak Disampingku” mengandung amanat agar kita menjaga sang kekasih sebaik-baiknya, jangan sampai melukai dan mengasarinya. Apalagi jika hal tersebut disebabkan kecemburuan berlebihan tanpa alasan jelas. Cemburu boleh saja namun  jangan cemburu buta.

 

6)   Evaluasi

Perhatikan lirik lagu di bawah ini!

Sahabat Sejati

Eross

Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi
Aku datang menghampirimu
Kuperlihatkan semua hartaku

Kita selalu berpendapat kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kau pun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekadar materi

Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
Bila kumulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah lepaskan
Bila kuingin terbang… terbang meninggalkanmu…. Ohh..

Ku selalu membanggakanmu
Kaupun selalu menyanjungku
Aku dan kamu – darah abadi
Demi bermain bersama
Kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini, 1,2,3
Tak usah kita pikirkan akhir perjalanan ini

Dan tak usah kita pikirkan akhir perjalanan ini… ohhh

 

 

 

Petunjuk soal

1.  Analisislah unsur lahir puisi pada lirik lagu  di atas!

2. Analisislah unsur batin puisi pada lirik lagu di atas!

3. Tulislah sebuah puisi dengan memperhatikan bait, irama, dan rima mengacu pada contoh lirik lagu di atas!

 

Model Bahan Ajar Menulis Puisi di SMA

 

 

Be Sociable, Share!

Leave a Comment