Artikel Tentang Guru : Guru, Pahlawan dengan Tanda Jasa

Tas

Artikel Tentang Guru : Guru, Pahlawan dengan Tanda Jasa

Prito Windiarto

 

Beberapa waktu ini, warga sekolah kami, terkhusus saya merasa melow, sedih. Bagimana tidak senior saya sesama guru bahasa Indonesia, Pak Zar, (bukan nama sebenarnya), mengundurkan diri. Beliau hendak pensiun dari dunia pendidikan.

Usianya sebenarnya belum memasuki usia pensiun, masih 54. Namun karena beberapa alasan akhirnya memutuskan untuk berhenti. Masalah ekonomi adalah salah satu sebabnya. Miris sekali.

Puluhan tahun mengabdi sebagai honorer. Ratusan bulan mengayomi peserta didik. Kini harus berhenti. Betapa menyesakan. Kami sebenarnya berusaha mempertahankan beliau. Mencoba meyakinkan bahwa esok lusa, semoga saja, ada perhatian dari pemerintah. Karena memang sekolah kami secara finansial belum bisa memberi jaminan kesejahteraan. Namun beliau tetap menolak secara halus. Beliau punya tanggungan nafkah yang tidak sedikit, apalagi anaknya masih ada yang kecil. Belum utang di bank. beliau Ingin totalitas berwirausaha.

‘InsyaaAllah usaha memelihara sekaligus berjualan ayam,’ jawabnya ketika ditanya akan usaha apa selepas pensiun mengajar.

‘Selain itu ya bercocok tanam di kebun atau sawah.’ Lanjutnya.

Kami tidak bisa memaksa. Hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk beliau. Menyampaikan permohonan maaf jika banyak kesalahan.

Hari itu kami harus melepas salah satu keluarga besar. Berat dan sesak memang. Apalagi jika mengingat balasan apa yang diberikan untuk beliau. Sungguh secara finansial bisa jadi tidak sepadan dengan ribuan hari pengabdian.

Cerita serupa bahkan lebih miris bisa jadi terjadi di daerah lain. Semoga ini bisa menjadi refleksi bagi kita bersama.

 

Inilah penghargaan sederhana bagi para guru yang telah berbakti sepenuh hati.

Sungguh, memang, bisa jadi belum ada tanda jasa dalam bentuk kesejahteraan yang disematkan. Mungkin juga belum ada medali atau piala sebagai bentuk apresiasi. Tapi yakinlah, kami punya tanda jasa lain. Tanda jasa tak kasat mata.

Para murid, dewan guru dan karyawan, dan seluruh civitas dunia pendidikan di manapun, saya yakin akan rela hati memberikan tanda jasa itu, wahai guru teladan. Tanda jasa berupa ungkapan terima kasih nan mendalam. Doa tulus semoga segenap kebaikan terbalaskan. Dan yakinlah, tanda jasa dariNya adalah yang paling hakiki. Tidak sekarang disematkan, esok lusa di kampung Akhirat. InsyaaAllah. Karena guru adalah pahlawan dengan tanda jasa (terhebat). Aaamin. Semoga.

 

Wallahu a’lam bishowab.

 

Pengajar di sebuah SMP di Dayeuhuhur.

Demikianlah Artikel Tentang Guru : Guru, Pahlawan dengan Tanda Jasa.

Bantu share sebagai ungkapan terima kasih kita untuk guru-guru

Be Sociable, Share!

Leave a Comment