Jenis-Jenis Artikel dan Keuntungan Menulis Artikel

Jenis-Jenis Artikel dan Keuntungan Menulis Artikel

Yandi Hidayatulloh, S.Pd.

Mengenal Lebih Jauh Seluk-beluk Mengenai Artikel

 

Sebelumnya kita sudah membahas perihal pengertian artikel, fungsi dan jenis artikel. Pada bagian ini yang masih merupakan bagian dari rangkuman judul buku “Menguangkan Ide,” akan membahas perihal seluk-beluk artikel dari sisi yang lainnya. Salah satu yang akan dibahas yakni manfaat atau kelebihan dari menulis artikel dari beberapa sudut pandang.

            Manfaat dan Keuntungan Menulis Artikel

Pertama, yakni manfaat psikologis. Apa yang dimaksud dengan manfaat menulis artikel secara psikologis? Ada sebuah pernyataan dari seorang penulis terkenal yakni A. Ataka AR menyatakan bahwa dengan menulis, saya seolah-olah berada di dunia saya sendiri. Dunia yang saya ciptakan bersama tokoh-tokohnya. Saya bebas mengatur tokoh-tokoh itu seperti bermain catur. Dapat disimpulkan dari pernyataan penulis terkenal tersebut bahwa menulis mampu menjadikan kita mampu berimajinasi, sehingga dapat memiliki kebebasan dalam berekspresi tanpa adanya pihak yang mengekang.

Seorang penulis yang lain pun menyatakan bahwa menulis itu mampu membuat pikiran dan hati kita plong. Bahkan ada penelitian atau riset yang mengatakan bahwa orang yang rajin menulis pasti lebih sehat jiwa, bathin dan rohaninya, sebab tidak ada yang ditahan atau didiamkan, melainkan semuanya diungkapkan melalui karya tulisnya.

Ada sebuah pertanyaan klasik yang menggelitik, mengapa kita harus mempublikasikan tulisan yang kita buat? Ada beberapa alasan yang mendasar yakni agar ide, gagasan pokok pikiran kita dalam tulisan artikel tersebut terbaca, tercerna oleh pihak pembaca, sehingga pembaca ikut mengetahui bahkan terdorong untuk melakukan atau meninggalkan hal yang sedang ramai di masyarakat sesuai dengan inti pokok tulisan artikel yang dibuat.

Dampak lainnya yakni dampak secara finansial, tulisan yang kita buat tentunya akan mendapatkan honorarium sesuai dengan kualitas dan luasnaya surat kabar tersebut disebar luaskan. Baik dampak gagasan yang tersebar maupun finansial semuanya sah-sah saja, yang terpenting ada kontribusi positif yang kita lakukan terhadap negara dan masyarakat.

Kedua, manfaat Sosiologis. Maksud dari manfaat ini yakni keberadaan kita diakui oleh masyarakat khususnya pembaca tulisan yang kita buat. Bahkan secara tegas Prof. Suyanto, PhD. Yang dulu pernah menjabat sebagai Dirjen Mandikdasmen mengatakan bahwa apa yang kita pikirkan harus dituangkan dalam tulisan supaya orang lain tahu. Karena jika tidak dituliskan orang lain tidak tahu dan tidak ada gunanya.

Ketiga, manfaat ekonomis. Maksud dari manfaat ekonomis yakni adanya kelebihan atau manfaat yang bisa kita peroleh dari segi keuangan atau finansial. Surat kabar yang mempublikasikan karya penulis tentunya sudah memikirkan berapa dan sebesar apa honorarium yang akan diberikannya, baik dilihat dari kualitas, keahlian maupun jangkauan penyebaran surat kabar tersebut.

Karya tulis dalam bentuk artikel bukan pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh pasa dosen, guru besar atau para pengamat saja, melainkan setiap orang juga bisa selama memberikan alasan yang kuat dalam penulisannya. Terlebih bagi kalangan mahasiswa yang secara akademis sedang mencari ilmu, menimba ilmu yang harus diaplikasikan, sisi lainnya keuntungan bagi mahasiswa yakni adanya uang tambahan di samping uang kiriman dari orang tua. Semua penulis rasanya pernah merasakan hal ini. Di masa saat tanggal tua dan kiriman belum sampai, akan mencari sumber finansial yang halal dan mampu kita kerjakan, bagi sebagaian kalangan mahasiswa salah satu cara “mempertahankan hidup” yakni dengan menulis dengan harapan ada uang tambahan.

Pada bagian ini, kita akan belajar mengenai jenis-jenis artikel, hal ini disampaikan menurut pendapat Sumadiria (2004:8-10) di antaranya yaitu ;

 

            Jenis-Jenis Artikel

  1. Artikel praktis

Atikel praktis ini lebih banyak bersifat atau menuliskan petunjuk teknis tentang cara melakukan sesuatu (how to do it). Contohnya cara praktis menggunakan komputer, mengendarai mobil dan jenis alat lainnya. Biasanya artikel praktis ditulis dengan menggunakan pola kronologis atau tahap demi tahap pekerjaan (step by step).

  1. Artikel ringan

Dalam menulis artikel jenis ringan ini lazim ditemukan pada rubik anak-anak, remaja, wanita, dan keluarga. Artikel jenis ini lebih banyak mengulas topik bahasan yang ringan dengan cara penyajian yang ringan pula. Contoh artikelnya yakni enam tips menghindari stes dalam rumah tangga, empat cara mencegah stres menghadapi siswa yang nakal.

  1. Artikel halaman opini

Dari segi isinya artikel ini masuk pada kelompok opini. Sifatnya terasa objektif dan sesuai dengan fakta. Biasanya artikel jenis ini ada pada halaman khusus opini bersama tajuk rencana/ editorial, pojok, kolom, dan surat pembaca. Dari segi penyajiannya artikel opini ditulis sebanyak 2-3 halaman kuarto dengan spasi ganda atau 2.500 – 5.000 karakter. Yang terpenting dari artikel ini yakni memiliki sifat yang aktual, relevan dan tengah menjadi persoalan di masyarakat.

  1. Artikel analisis ahli

Artikel jenis ini ditulis oleh para ahli, dalam bidangnya, baik bidang pendidikan, agama, politik, pertanian dan lainnya. Salah satu tujuan utama mengapa surat kabar Indonesia menyediakan rubrik artikel ahli ialah guna mendekatkanpokok masalah yang mengandung pertanyaan di masyarakat kemudian diberikan pandangan bahkan solusinya oleh orang yang ahli dibidangnya.

Demikianlah beberapa hal yang berkaitan dengan artikel beserta jenis-jenisnya, semoga menambah wawasan bagi pembaca yang budiman, semoga menjadi jalan kebaikan ke depannya. Selamat memahami dan berlatih menulis artikel.

Semoga bermanfaat. Jika berkenan mohon share (bagikan) tulisan ini ke sosmed sahabat, agar kawan-kawan dapat merasakan kebermanfaatan serupa.

Demikianlah Jenis-Jenis Artikel dan Keuntungan Menulis Artikel

 

Be Sociable, Share!

Leave a Comment