Nasihat Guru Kepada Murid

 Nasihat Guru Kepada Murid

 

Prito Windiarto

 

Ini merupakan lanjutan dari materi Nasihat Guru untuk Murid dan Nasehat Guru untuk  Murid, (silakan klik tautan tadi jika ingin tahu).

Kita lanjutkan nasihat berikutnya:

  1. Berlelah-lelah dahulu, bersenang-senang kemudian

Benarlah kiranya pepatah klasik : Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sait dahulu bersenang-senang kemudian. Kita bisa melihat orang menjalani masa tuanya dalam dua keadaan, senang damai, dan susah kepayahan. Mengapa bisa demikian? Coba deh, tanya dan cek, bagaimana ia menjalani masa mudanya.

Orang yang masa mudanya dihabiskan dengan bersenang-senang saja, bersiapkan menghadapi masa tua yang sulit. Orang yang bekerja keras sedari muda, bersiap-siaplah menghadapi masa tua yang menyenangkan.

Ya. Orang yang berleha-leha semasa muda, menghabiskan waktu untuk hal yang tiada berguna, siap-siap saja akan susah di masa tua. Saat yang lain sudah memetik buah, ia masih menanam. Saat yang lain di puncak kesuksesan, ia masih tergopoh mengejar. Karena itu, selagi muda, selagi tenaga masih kuat, energi masih penuh, otak masih cemerlang, gunakan untuk berkarya sebaik mungkin, mencari bekal untuk hari-hari kemudian.

 

  1. Kalau Mau Banyak Menerima, Banyaklah Memberi

K.A. Harfan Efendi Nur, pernah menasihati “Hiduplah untuk memberi sebanyak-banaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya”

Inilah keajaiban sedekah. Orang terkaya dunia pun, Bill Gates mempraktikan perilaku dermawan, bersama istrinya Melinda mereka membuat yayasan, Bill and Melinda Gates Foundation. Triliyuan rupiah dikeluarkan untuk membantu orang di Afrika. Apakah kekayaannya berkurang karena membantu? Tidak! Malah sebaliknya semakin bertambah.

Rasulullah Saw. bersabda, “Ma naqosot sodaqotun min malin” (Tiadalah berkurang harta karena di sedekahkan).

Karena itu jangan pelit untuk membantu. Jika diiringi keikhlasan, pasti dibalasNya dengan lebih banyak, berlipat. Tidak sekarang, nanti di masa yang akan datang, alam sesudah mati.

 

  1. Jangan Terlalu Sering Mengeluh

Sifat dasar manusia memang suka mengeluh. Ah, aduh. Tapi usahakan jangan terlalu sering. Sedikit-sedikit ah, sedikit-sedikit aduh. Takutnya malah menjadi tabiat yang terbawa terus. Diminta apapun, ah, uh, aduh, bahkan oleh orang tua. Naudzubillah.

Kurangi mengeluh, syukuri apa yang ada. Jadilah orang yang gagah menghadapi kesulitan apa pun. InsyaAllah, selalu ada jalan.

 

  1. Tanamkan Jiwa Kompetisi

Salah satu hal yang dapat menambah adrenalin, memompa semangat adalah adanya jiwa kompetensi, persaingan. Orang biasanya akan lebih terpacu berbuat lebih baik karena ada saingan. Fastabiqul khoirot, begitu istilah dalam agama Islam. Maknanya berlomba dalam kebaikan. Karena itu, jika kita sedang lesu, tak ada salahnya melihat sekitar. Amati teman seangkatan misalnya. Sudah bisa apa dia? Seberapa hebat ia? Apakah kita tertinggal? Jika tertinggal, saatnya untuk mengejar. Jika nilainya bagus-bagus, kita juga berusaha seperti itu. Tumbuhnya jiwa kompetisi akan menjadikan kita pribadi yang kompetitif. Penting sekali memiliki sifat itu di tengah era globalisasi yang penuh tantangan dewasa ini.

Demikianlah beberapa nasihat dari guru untuk muridnya, semoga bermanfaat.

 Nasihat Guru Kepada Murid

 

Be Sociable, Share!

One thought on “Nasihat Guru Kepada Murid

  1. Keren, memang betul yang akan teringat dalam memori adalah nasihat-nasihat seperti itu. Melekat kuat sampai kita menemukan jati diri kita.

Leave a Comment