Catatan Hati Guru: Semakin Pandai, Semakin Merasa Bodoh

Catatan Hati Guru: Semakin Pandai, Semakin Merasa Bodoh

Prito Windiarto

 

Tak syak lagi salah satu kewajiban kita di dunia adalah mencari ilmu. Apatah lagi bagi seorang muslim, baginda Nabi SAW. menegaskan “Tholabul ilmi faridotun ala kulli muslimin” (Mencari ilmu wajib bagi setiap muslim). Kewajiban itu melekat baik bagi laki-laki maupun perempuan, dewasa atau kanak-kanak. Bahkan dalam pepatah Arab ditegaskan “Utlubul ilma mibal mahdi ila lahdi” (Carilah ilmu dari buaian hingga liang lahat), maksudnya dari kecil hingga tutup usia.

Keutamaan mencari ilmu begitu banyaknya, dalam sebuah hadits, Nabi SAW. menyebutkan “Man khoroja fi tolabil ilmi fahua fi sabilillahi hatta yarjia” (Sesiapa keluar dalam mencari ilmu maka ia di jalan Allah hingga kembali). Subhanallah, mencari ilmu dihitung sebagai aktivitas di jalanNya. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, “Man salaka thoriqon yaltamisu fihi ilman sahala llahu lahu thoriqon illal jannah” (Sesiapa berjalan di jalan demi mencari ilmu, (maka) Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga”

Banyak keutamaan mencari ilmu lainnya. Paling tidak beberapa keutamaan di atas semoga menjadi pelecut kita untuk selalu belajar. Belajar di mana saja, di usia berapa saja. Tidak harus di sekolah. Belajar dari kehidupan sekitar jua amat berharga. Belajar dari pengalaman hidup, baik diri sendiri maupun orang lain. Belajar dari buku, dari televisi, dari internet. Usia juga bukan alasan, meski sudah berkepala empat atau lima, aktivitas belajar selazimnya tetap dilakukan.

Jangan sampai ada pikiran, “Lah, buat apa belajar, kan aku sudah pintar”. Ahai, sungguh, ilmu manusia amatlah terbatas. Mungkin ia memang menguasai suatu hal, tapi pada sisi lain mungkin ia tak tahu sama sekali. Profesor Fisika mungkin menguasai ilmu fisika, namun coba tanya perihal sejarah, bisa jadi ia tak tahu sama sekali. Karena itulah sehebat apapun kita, senantiasa belajar adalah keharusan. Toh sejatinya, ilmu Allah amatlah luas, apa yang kita kuasai hanya secuil titik dari ilmuNya.

Terus belajar! Semakin kita menuntut ilmu, semakin diri merasa kurang. Semakin kita mempelajari sesuatu semakin terbuka kemungkinan hal-hal baru yang harus dipelajari. Semakin mengetahui sesuatu, semakin kita sadar masih banyak hal yang masih tidak kita tahu. Intinya semakin kita “pandai”, semakin kita merasa “bodoh”.

Ya. Orang yang cerdas, yang tekun belajar, semakin ia tahu banyak hal yang tiada bisa ia kuasai. Semakin ia mengagumiNya. IlmuNya Yang Maha Sempurna. KuasaNya yang tiada tertandingi. Semakin diri merasa hina dan butuh ilmuNya.

Karena itulah sekali lagi, mari senantiasa semangat untuk mencari ilmu. Masih banyak yang harus kita pelajari. Masih banyak hal yang harus kita ketahui. Agar kita semakin mengenalNya, ilmuNya yang luar biasa luas. Mari.

 

Prito Windiarto, seorang guru dan penulis, alumnus Diksatrasia, Unigal, Ciamis.

 

Catatan Hati Guru: Semakin Pandai, Semakin Merasa Bodoh

 

Be Sociable, Share!

Leave a Comment