Catatan Hati Seorang Guru: Keuntungan Menjadi Guru

Catatan Hati Seorang  Guru: Keuntungan Menjadi Guru

Bismillairrahmanirrahim

 

Beberapa waktu lalu, ketika mengoreksi lembar jawab UTS, saya meminta bantuan beberapa siswa agar pekerjaan cepat selesai.

Di akhir, selepas mengucap terima kasih saya berseloroh ringan, “Enak bukan jadi guru. Bisa minta bantuan murid. Makanya jadi guru, ya?”

Salah seorang dari mereka menjawab mantap, “Enggak Akh, gajinya kecil”

Jleb. Jawaban yang menusuk. Mungkin ia tahu berapa gaji kami, para honorer di sekolah swasta ini. Bisa saja sih saya menjawab dengan mencontohkan guru PNS yang bersertifikat dengan gaji fantastis. Tapi ah, tidak. Saya justru ingin mengurai kelebihan atau keuntungan guru dari sisi yang lain.

Berikut adalah Keuntungan Menjadi Guru

  1. Menjadi sarana menyebarkan kebaikan.

Dalam sebuah hadits Riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW. Bersabda ; Man dalla ala khiorin falahu mitslu ajri failihi. (Sesiapa yang menunjukan jalan kebaikan maka baginya pahala seperti orang yang melakukan kebaikan itu)

Nah, menjadi guru bukankah di dalamnya ada penyebaran kebaikan? Tentang prinsip hidup yang baik. Mengingatkan dan menjauhkan dari kejelekan.

 

  1. Mentransfer ilmu, Kedudukan Mulia

Ilmu mendapat  kedudukan mulia dalam Islam. Allah berfirman dalam surat Al Mujadilah ayat 11: Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memiliki ilmu beberapa derajat. Dalam Sebuah riwayat Rasulullah SAW bersabda, man aroda dunya faalaihi bililmi, waman arodal akhirota faalaihi bililmi, waman aroda huma faalaihi bililmi. Artinya, sesiapa yang ingin dunia (hal duniawi) maka (kuncinya) adalah dengan ilmu, dan sesiapa yang ingin akhirat (ukhrowi) maka (kuncinya) adalah dengan ilmu, dan sesiapa yang ingin keduanya, ( dunia dan akhirat) maka (kuncinya) adalah dengan ilmu.

Karena itulah, guru yang dalam hal ini salah satu tugasnya adalah menyampaikan ilmu berada dalam kedudukan yang mulia (InsyaAllah)

 

  1. Berpeluang menjadi orang “terbaik”

Dalam hadits Riwayat Imam Muslim, Sang Nabi SAW bersabda, “Khoirukum man taalamal qur’ana wa alamahu”. Artinya Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya.

Menjadi guru berpeluang besar menjadi orang yang terbaik tersebut. Dalam pembelajaran bisa diselipkan materi Al Qur’an. Baik qauliyah, dengan membacakan atau melafalkan ayat. Atau kauniyahnya yang berhubungan dengan Al Qur’an, pemaknaan, tafsir, dll.

 

  1. Orang yang berjasa dalam hidup orang lain

Menjadi guru tentu ada murid yang diajari. Sedikit banyak seornag guru memberikan andil dalam kehidupan seseorang. Utamanya yang diharapkan adalah andil yang baik. Hingga kelak, ketika murid itu tumbuh besar, menjadi orang besar, sedikit banyak ada peran serta guru di dalamnya. Seorang murid yang baik tentu akan mengenang dan berterima kasih pada gurunya itu, minimal doa yang terlantun. Kisah tentang guru dan murid bisa dilihat dalam cerita Murid Lebih Hebat dari Guru ini.

 

  1. Berada di Jalan Allah, jalan menuju surgaMenjadi guru, yang di dalamnya terdapat aktivitas mencari ilmu adalah sebuah kegiatan di jalan Allah.  Nabi SAW. bersabda “Man khoroja fitolabil ilmi fahua fisabilillahi hatta yarjia” (Sesiapa keluar dalam mencari ilmu maka ia di jalan Allah hingga kembali) Subhanallah, mencari ilmu dihitung sebagai aktivitas di jalanNya.Aktivitas ini juga semoga saja menjadi bagian memudahkan jalan menuju surgaNya.  Rasulullah SAW bersabda, “Man salaka thoriqon yaltamisu fihi ilman sahalallahu lahu thoriqon illaljannah” (Sesiapa berjalan di jalan demi mencari ilmu, (maka) Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga”6. Mendapat kedudukan mulia di tengah masyarakat

Tak bisa dipungkiri, guru adalah sosok yang berkarisma di tengah masyarakat. Ia mendapat tempat tempat istimewa. Dipanggil dengan mulia, seperti pak/bu guru, dll. Juga dipercaya menduduki jabatan strategis, misal ketua RT, atau penasihat DKM, dll. Intinya jadi tokoh masyarakat.

7. Tunjangan yang cukup

Ya, walau memang seperti yang diutarakan di atas, belum semua guru “sejahtera”. Meski begitu ada juga yang sudah mengecap sejahtera. Utamanya adalah guru PNS  atau yang sudah sertifikasi. Memang tidak sebanyak penghasilan pengusaha, namun lumayan. Cukup. Bisa mencicil beli mobil. Semoga saja pemerintah  lebih memperhatikan lagi kesejahteraan guru. Kalau tidak masa Guru Harus Demo ya? He.

  1. Dll

Demikianlah keuntungan menjadi guru, masih banyak sebenarnya, yang mau menambahi silakan, dengan senang hati. Terima kasih.

Catatan Hati Seorang  Guru: Keuntungan Menjadi Guru

 

Be Sociable, Share!

2 thoughts on “Catatan Hati Seorang Guru: Keuntungan Menjadi Guru

Leave a Comment