CONTOH ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM WACANA BERITA

CONTOH ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM WACANA BERITA

“PROFIL KETUA HIMA DIKSATRASIA” DI TABLOID LINGUISTIKA

 

Berikut Teksnya:

PROFIL KETUA HIMA DIKSATRASIA

ASEP NURJAMAN

Lahir di Tasikmalaya 20 Juli 1991. Menyelesaikan  pendidikan Taman Kanak-kanak di TK Nurul Ikhsan (1997), pendidikan dasar di SDN Gandamekar (2004), dan sekolah lanjutan pertama di tamatkan di MTs Darussalam (2007),. Sekolah Lanjutan Atas ditamatkan di SMK Karangnunggal (2010).

  Sejak akademik 2010/2011 untuk memperluas wawasan dan pengetahuan bidang bahasa dan sastra Indonesia Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis.

  Riwayat organisasi diawali tahun 2005 dengan menjadi Wakil Ketua OSIS ketika MTS Darussalam Tahun  2008 ia dipercaya menjadi ketua IREMA selain itu pada tahun 2009 ia aktif di Pramuka dan diangkat menjadi ketua DKR di SMK Karangnunggal 1.

  kecintaannya pada sastra terlihat bahwa ia mampu menungkan pikiran-pikirannya dan ia bertekad untuk terus menulis.

  Hobi olahraga futsal kerap kali menjadi selingan dalam mengusir kejenuhannya. Ia mampu membagi waktu untuk dirinya dan untuk organisasinya

  Baginya hidup harus diawali dengan langkah kebaikan untuk orang-orang disekitarnya. Dan Kebaikan itulah kan senangtiasa menjaga amanah sebagai seorang khafilah.

(Tini Mulyani)

 

Berikut ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM WACANA BERITA “PROFIL KETUA HIMA DIKSATRASIA” DI TABLOIT LINGUISTIKA

  1. Tataran Morfologi
  • Kesalahan penggunaan kata penghubung
  • Kecintaannya pada sastra terlihat bahwa ia mampu menuangkan pikiran-pikirannya dan ia bertekad untuk terus menulis

Kata penghubung bahwa pada kalimat tersebut kurang tepat digunakan, karena menimbulkan kerancuan dalam segi redaksi kalimat juga makna. Adanya kata penghubung dan pun menjadikan kalimat tersebut rancu karena akan ada 2 kata penghubung yang berbeda fungsi daam satu kalimat. Yang pertama adalah kalimat majemuk bertingkat, kedua kalimat majemuk setara.

Sebaiknya, Kecintaannya pada sastra terlihat ketika ia mampu menuangkan pikiran-pikirannya sehingga ia bertekad untuk terus menulis.

 

  • Kesalahan penggunaan reduplikasi
  • Menuangkan pikiran-pikirannya seharusnya menuangkan hasil pemikirannya atau menuangkan ide-idenya.

 

  1. Tataran Sintaksis
  • Ketidakjelasan Stuktur Gramatikal
  • Lahir di Tasikmalaya 20 Juli 1991.

ketiadaan subjek pada kalimat diatas menyebabkan tidak jelasnya makna yang ingin disampaikan, sehingga memunculkan pertanyaan, siapa yang lahir di Tasikmalaya? Seharusnya, Asep Nurjaman lahir di Tasikmalaya, 20 Juli 1991.

  • Sejak akademik 2010/2011, untuk memperluas wawasan pengetahuan bidang bahasa dan sastra Indonesia, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Galuh Ciamis.

Pertanyaan yang akan muncul ketika membaca kalimat tersebut adalah siapa yang memperluas wawasan pengetahuan bidang bahasa dan sastra Indonesia, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Galuh Ciamis. Seharusnya, Sejak tahun akademik 2010/2011 untuk memperluas pengetahuan di bidang bahasa dan sastra Indonesia, Asep Nurjaman melanjutkan pendidikanya di program studi bahasa dan sastra Indonesia, FKIP Universitas Galuh Ciamis.

 

  • Keefektifan kalimat
  • Tahun 2008 ia dipercaya menjadi ketua IREMA selain itu pada tahun 2009 ia aktif di Pramuka dan diangkat menjadi ketua DKR di SMK Karangnunggal 1.

Kalimat yang terlalu panjang dan tidak diimbangi dengan tanda baca yang sesuai menjadikan kalimat tersebut menjadi rancu.

Seharusnya, Tahun 2008, ia dipercaya menjadi ketua IREMA dan pada tahun 2009 ia diangkat menjadi pradana di SMK 1 Karangnunggal.

 

  • Sekolah Lanjutan Atas ditamatkan di SMK 1 Karangnunggal.

Seharusnya, Sekolah lanjutan atas ditamatkan di SMK 1 Karangnunggal.

 

  1. Tataran Semantik
  • Baginya, hidup harus diawali dengan langkah kebaikan

Seharusnya, Baginya, hidup harus diawali dengan  kebaikan

 

Analisis Berikutnya

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM WACANA BERITA “PROFIL KETUA HIMA DIKSATRASIA” DI TABLOID LINGUISTIKA

 

  1. EyD
  2. Tanda baca
No Salah Benar Analisis
1. (2007),. (2007). Adanya dua tanda baca bersandingan
2. Ia mampu membagi waktu untuk dirinya dan untuk organisasinya Ia mampu membagi waktu untuk dirinya dan untuk orgaisasinya. Tidak ada tanda baca yang berfungsi mengakhiri kalimat
3. …dan sastra Indonesia ,Fakultas… …dan sastra Indonesia, Fakultas… Spasi setelah tanda koma (,), bukan sebelumnya

 

  1. Pemakaian huruf miring
No Salah Benar Analisis
1. Khalifah khalifah Ungkapan asing ditulis menggunakan huruf miring

 

  1. Penulisan huruf kapital
No Salah Benar Analisis
1. Sekolah Lanjutan Atas ditamatkan di SMK 1 Karangnunggal.

 

Sekolah lanjutan atas ditamatkan di SMK 1 Karangnunggal.

 

Bukan merupakan nama khusus sebuah institusi/institusi.
2. Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Merupakan nama institusi
3. Taman Kanak-kanak Taman kanak-kanak Bukan merupakan nama khusus sebuah institusi/institusi.
4. Wakil Ketua wakil ketua Merupakan nama jabatan atau pangkat namun tidak diikuti secara langsung, karenanya ditulis dengan huruf kecil.
5. MTS MTs Ts pada MTs merupakan singkatan dari Tsanawiyah. Karenanya, huruf “s” ditulis kecil

 

  1. Penulisan Singkatan
No Salah Benar Analisis
1. OSIS Organisasi Siswa Intrasekolah (OSIS) Sebaiknya pada bentuk pemendekan diberi pejelas terlebih dahulu (dituliskan bentuk aslinya). Agar pembaca yang masih awam bisa mengetahui arti kata hasil pemendekan itu. Baru kemudian pada penulisan berikutnya boleh langsung dipendekan tanpa penjelasan.

 

2. DKR  Dewan Kerja Ranting (DKR) Sebaiknya pada bentuk pemendekan diberi pejelas terlebih dahulu (dituliskan bentuk aslinya). Agar pembaca yang masih awam bisa mengetahui arti kata hasil pemendekan itu. Baru kemudian pada penulisan berikutnya boleh langsung dipendekan tanpa penjelasan.

 

3 IREMA Ikatan Remaja Masjid (IREMA) Sebaiknya pada bentuk pemendekan diberi pejelas terlebih dahulu (dituliskan bentuk aslinya). Agar pembaca yang masih awam bisa mengetahui arti kata hasil pemendekan itu. Baru kemudian pada penulisan berikutnya boleh langsung dipendekan tanpa penjelasan.

 

 

  1. Pembentukan Kata
No Salah Benar Analisis
1. disekitarnya di sekitarnya “di” di sana adalah kata depan. Bukan “di” bentuk pemasifan, karenanya “di” tidak digabungkan melainkan dipisah.

 

 

  1. Pembentukan Kalimat
  2. Kejelasan Struktur Gramatikal
No Salah Benar Analisis
1. Lahir di Tasikmalaya 20 Juli 1991.

 

Asep Nurjaman lahir di Tasikmalaya, 20 Juli 1991. Ketiadaan subjek pada kalimat di atas menyebabkan tidak jelasnya makna yang ingin disampaikan, sehingga memunculkan pertanyaan, siapa yang lahir di Tasikmalaya?
2. Sejak akademik 2010/2011, untuk memperluas wawasan pengetahuan bidang bahasa dan sastra Indonesia, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Galuh Ciamis.

 

Sejak tahun akademik 2010/2011 untuk memperluas pengetahuan di bidang bahasa dan sastra Indonesia, Asep Nurjaman melanjutkan pendidikanya di program studi bahasa dan sastra Indonesia, FKIP Universitas Galuh Ciamis.

.

Pertanyaan yang akan muncul ketika membaca kalimat tersebut adalah siapa yang memperluas wawasan pengetahuan bidang bahasa dan sastra Indonesia, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Galuh Ciamis?

 

 

  1. Keefektifan kalimat
No Salah Benar Analisis
1. Tahun 2008 ia dipercaya menjadi ketua IREMA selain itu pada tahun 2009 ia aktif di Pramuka dan diangkat menjadi ketua DKR di SMK Karangnunggal 1.

 

Tahun 2008, Asep dipercaya menjadi ketua IREMA dan pada tahun 2009 ia diangkat menjadi pradana di SMK 1 Karangnunggal.

 

Kalimat yang terlalu panjang dan tidak diimbangi dengan tanda baca yang sesuai menjadikan kalimat tersebut menjadi rancu.

 

 

  1. Kelogisan kalimat
No Salah Benar Analisis
1. Riwayat organisasi diawali tahun 2005 dengan menjadi Wakil Ketua OSIS ketika MTS Darussalam

 

Riwayat organisasi diawali tahun 2005 dengan menjadi Wakil Ketua OSIS MTs Darussalam

 

Penambahan kata “ketika” membuat kalimat menjadi rancu. “Ketika” menunjukan kurun waktu tertentu, sementara kata “MTs Darussalam” menunjuka tempat.

 

2. Kecintaannya pada sastra terlihat bahwa ia mampu menuangkan pikiran-pikirannya dan ia bertekad untuk terus menulis

 

Kecintaannya pada sastra terlihat ketika ia mampu menuangkan pikiran-pikirannya sehingga ia bertekad untuk terus menulis.

 

 

Kata penghubung bahwa pada kalimat tersebut kurang tepat digunakan, karena menimbulkan kerancuan dalam segi redaksi,  kalimat juga makna. Sehingga kata hubung bahwa lebih baik diganti kata hubung ketika.

 

3. Hobi olahraga futsal kerap kali menjadi  selingan dalam mengusir kejenuhannya. Olahraga futsal kerap kali menjadi  selingan dalam mengusir kejenuhannya. Yang menjadi selingan bukan “hobi” melainkan “olahraga futsal”. Sehingga penggunaan kata hobi malah mengaburkan maksud yang hendak disampaikan.

 

 

Be Sociable, Share!

Leave a Comment