Pengertian dan Contoh Teks Cerita Fabel

Tas

Pengertian dan Contoh Teks Cerita Fabel

Prito Windiarto

 Pelajaran  bahasa Indonesia kelas 8 kurikulum 2013 semester 1 dimulai dari teks cerita fabel. Nama babnya dalam buku “Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan” adalah Belajar Pada Kehidpuan Fauna.

  1. Pengertian Fabel

Baik, sebelum melangkah lebih lanjut, mari kita bahas dulu pengertian fabel.

Fabel secara bahasa berasal dari bahasa latin fabulat. Sementara secara istilah berarti cerita mengenai kehidupan hewan yang beperilaku (seolah-olah dapat) menyerupai manusia.   Tentu saja perilakunya adalah hasil karangan (fiksi). Dalam fabel, hewan tersebut misal diceritakan mampu berbicara, punya perasaan, dan lain-lain. Fabel juga tak jarang disebut ceita moral karena di dalamnya biasanya diselipi nilai moral.

Teks fabel umumnya ditujukan untuk anak-anak, walaupun mungkin saja ditujukan untuk orang dewasa. Teks fabel selain ditemukan di buku kumpulan fabel bisa juga ditemukan di majalah anak-anak yang menyediakan rublik cerita, misal Bobo. Selain itu juga bisa didapatkan di rublik khusus anak-anak surat kabar pada hari minggu, misalnya di Kompas, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, dll.

Teks Cerita fabel

Teks Cerita fabel

2. Contoh Teks Cerita Fabel

Berikut akan kami tampilkan teks cerita fabel berjudul “Kebaikan Sang Kucing” Karya Prito Windiarto.

Syahdan. Diceritakan di sebuah kampung damai hiduplah para hewan dengan damai. Anak-anak pergi ke sekolah, orang tua bekerja.

Di pojok kampung, di sebuah rumah gubuk, seekor kucing bernama Pus Pus menangis sesenggukan. Di tangan kanannya tertenggam sebuah foto kusam. Foto pernikahan ayah dan ibunya. Sementara di tangan kirinya tergenggam ijazah SMA.

“Aku lulus Pah, Mah!” ucapnya lirih.

Air mata menitik dari anak yatim yang tinggal dengan bibinya itu.

Selepas lulus, tantangan ke depan dijelang. Ia haru dapat pekerjaan. Ia tak mau lagi merepotkan sang bibi. Ia ingin mandiri. Sebenarnya pernah terlintas di benaknya untuk kuliah. Namun apa daya setelah mengukur diri ia sadar tidak meniliki biaya.

Keesokan paginya, tanpa menunggu lama ia siap mencari kerja. Berbekal ijazah SMA ia akan melamar dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ketika berangkat ia meminta restu sang bibi. Juga tetangganya, kucing tua bernama Belang. Di jalan ia bersapa dengan hewan lain. Diantaranya landak tua Pak Landa dan hamster kecil si Hami.

Tempat pertamanya adalah perusahaan pengepakan ikan untuk supermarket. Sayang ia tak diterima, penuh. Ia gontai menuju perusahaan fashion untuk kucing, sayang di sana juga penuh. Yang lebih menyesakan di perusahaan ini ia sempat dijek, “Huh, kucing kampung sepertimu mau bekerja di perusahaan fashion seperti kami? Yang benar saja? Perusahaan kami tertutup untuk kucing kurap sepertimu” Jleb.

Ia melangkah gontai ke arah pusat kota. Panas nan terik. Uang di tangannya tinggal 10.000. Karena lapar ia membeli nasi timbel dan lauknya, 5.000. Setelah rihat sebentar ia melanjutkan perjuangannya mencari kerja ke sebuah sekolah. Ia ingin melamar pekerjaan menjadi staf Tata Usaha atau Satpam.

Ia disambut dengan baik oleh kepala sekolah. Amat ramah.

“Maaf sekali Pus Pus. Bukannya kami tidak mau terima namun seperti yang sudah saya ceritakan tadi sekolah ini hanya menerima lulusan S-1. Satpam juga harus meniliki sertifikat.” Kepala sekolah menjelaskan gamblang.Pus Pus menyadari itu. Ia tak memaksa.

Selepas itu ia menuju kantor berikutnya, berikutnya lagi. Sama, hasilnya nihil.

Hari beranjak sore, Pus Pus memutuskan akan melanjutkan pencarian kerja besok. Ia melangkah lunglai, di tangannya kini masih ada uang 5.000. Buat ongkos pulang cukup, ucapnya.

Ia beranjak menuju halte bus. Di sana ia melihat seekor kucing kecil menangis di pojok. Pus Pus mendekat.

“Hei… Kamu kenapa?”

Kucing kecil itu diam saja. Pus pus mendekat, merengkuh kucing kecil itu.

“Kenapa?”

“Aku tersesat Kak! Uh uh..”

“Tersesat?”

“Iya kak… Tadi aku main di cat park bersama ibu. Ibu sedang ke toilet. Ketika itu  aku melihat ada hamster kecil lucu. Aku mengikutinya sampai jauh, masuk gang, keluar gang. Masuk jalan keluar jalan lagi. Ia menghilang.”

“Hem begitu… Di mana rumahmu?”

“Aku tak tahu namanya Kak! Yang penting kalau aku masuk area rumah aku melewati gerbang dari beton.”

“Ah iya, aku tahu daerah itu. 5 Kilo dari sini. Ayo naik bus itu, kakak antarkan.”

Ucap Pus Pus sembari menunjuk bus yang baru datang. Ia akan mengantarkan kucing kecil itu. Tak masalah ia harus berjalan kaki pulang nanti. Mereka pulang ke rumah.

Ternyata rumah si kucing kecil berada di kawasan elit “Puri Indah”. Sang kucing kecil berlari menghambur ketika melihat rumahnya. Ia sangat senang.

“Ayah, bunda, panggilnya….”

“Andre… Andre… “ Terdengar sahutan girang dari dalam. Ternyata sang bunda. Mereka berpelukan.

“Ke mana saja kau Andera kusayang. Bunda mencarimu. Ayahmu sedang mencari, melapor polisi.”

“Andre tersesat mah, tadi mengajar hamster lucu.”

“Andera Andre,  Bunda kahwatir sekali.”

“Iya bunda. Untung ada kakak itu yang nganter.”

Andre menunjuk Pus Pus. Sang bunda baru menyadari kehadirannya.

“Ah iya, terima kasih atas bantuanya…. Silakan duduk, tunggu sebentar.”

Sang bunda menelepon suaminya, mengabarkan hal yang terjadi.

Tak berselang lama sang ayah datang. Ia bersalaman dengan Pus Pus. Mengucapkan terima kasih.

“Terus terang kami sangat berterima kasih. Kalau tidak ada Anda, kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan putra kami.”

“Iya pak, sama-sama. Kebetulan saya di melihat di Andre.”

Mereka berbicang basa-basi, menayakan tempat asal, orang tua, dll.

Karena hari semakin sore, Pus Pus berpamitan.

“Ah iya, sebentar, ini terimalah ini, sebagai ucapan terima kasih.” Ujar sang sayang.

“Tidak usah pak. Terima kasih. Bukannya menolak rezeki, tapi saya niatnya hanya menolong kok.. “

“Benarkah?”

“Iya pak, betul. Saya pamit dulu.”

“Tunggu-tunggu, nak Pus Pus pulang pakai apa?” Kini ibu yang bertanya.

“Jalan kaki saja.”

“Jalan kaki?”

“Iya bu… Uang saya habis. “

“Nah kalau begitu, mari saya antar…” Ucap sang ayah.

Dengan sungkan Pus Pus mengiyakan ajakan itu, ia tak kuasa menolak. Dalam perjalanan mereka berbincang santai. Ayah menanyakan apa isi map. Pus Pus menjawab jujur bahwa ia sedang mencari pekerjaan.

Sang ayah amat terkesan pada sikap Pus Pus yang ramah, rela menolong dan sopan. Ia menawarkan pekerjaan pada Pus Pus. Ia ditawari menjadi sopir keluarga. Awalnya Pus Pus menolak secara halus karena ia belum bisa mengendarai mobil dan belum punya SIM. Namun setelah dijelaskan bahwa ia akan dilatih dan dibuatkan SIM Pus Pus tak bisa menolak.

Ia tak pernah menyangka kebaikan kecilnya, menolong kucing kecil yang tersesat itu berbuah manis. Ia jadi teringat pesan kedua orang tuanya dulu agar senantiasa berbuat baik. “Kebaikan akan berbalas kebaikan” ujar mereka. Pus Pus akhirnya mendapat pekerjaan tetap di keluarga Andre.

Demikianlah Pengertian dan Contoh Teks Cerita Fabel

Be Sociable, Share!

Leave a Comment