Bedah Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia 2015

Bedah Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia 2015

 

Prito Windiarto, S.Pd.

Sabtu (21/2) pengampu blog mengikuti kegiatan Bedah Kisi-kisi UN Bahasa Indonesia 2015. Kegiatan yang dihelat di Akbid GMC Cilacap ini menghadirkan pemateri  bapak Saheri. Beliau adalah Kepala Sekolah SMP 222 Jakarta. Pada kesempatan ini beliau yang merupakan langganan penulis soal UN menyajikan materi dengan jelas, diselingi humor.

Bedah Kisi-Kisi UN ini digelar berdasar refleksi hasil UN tahun-tahun sebelumnya yang menunjukan kesenjangan antara nilai Ujian Sekolah (US)  dan Ujian Nasional (UN). Padahal semestinya terjadi keseimbangan antara dua ujian tersebut. Bedah Kisi-kisi (Biasa juga disebut Bedah SKL UN) dilakukan untuk meningkatkan mutu hasil UN.

Bedah Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia 2015

Bedah Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia 2015

Baik, pada kesempatan ini  pengampu blog anggit sekilas Bedah Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia 2015 yang disampaikan oleh Bapak Saheri.

 

UN Bahasa Indonesia hanya mengujikan 2 keterampilan berbahasa yakni membaca dan menulis. Sementara berbicara dan mendengarkan tidak diujikan di UN. Kedua keterampilan itu sebaiknya dimaksimalkan pengujiannya pada ujian praktik.

Sebenarnya keterampilan membaca dan menulis pun dibagi menjadi membaca kebahasaan dan membaca sastra serta menulis kebahasaan dan sastra.

Berikut rincian Bedah Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia aspek membaca kebahasaan:

  • Gagasan utama

Gagasan utama secara sederhana diartikan sebagai permasalahan pokok atau ide pokok. Biasanya terdapat pada kalimat utama. Kecenderungnnya terdapat pada kalimat pertama atau kalimat terakhir.

 

  • Kalimat Utama

Kalimat utama adalah kalimat yang di dalamnya terdapat gagasan utama. Kalimat utama biasanya diperjelas/dipertentangkan oleh kalimat berikutnya (biasa disebut kalimat penjelas). Kalau kalimat pertama tidak diikuti kalimat penjelas, biasanya kalimat utama berada di akhir kalimat.

 

  • Mencari Persamaan Informasi

Biasanya disodorkan dua teks (umumnya teks berita). Soal yang diajukan adalah persamaan antara informasi teks pertama dengan teks kedua. Cara mencarinya dibaca dengan teliti, kemudian ditandai.

 

  • Pola Penyajian Berita

Seperti yang telah kita ketahui, pokok berita yakni adiksimba/askadimega (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana) Pada soal SKL ini biasanya disajikan satu atau dua teks berita. Keduanya menampilkan pola penyajian yang berbeda. Langkahnya, boleh memilih dulu salah satu berita. Analisis kalimat pertamanya dari unsur apa? Apakah unsur apa, siapa, dimana, dll? Cocokan dengan jawaban yang tersedia. Itu cara singkatnya, cara telitinya, baca keseluruhan, tandai masing-masing unsur (pokok) berita.

 

  • Biografi

Soal yang sering ditanyakan adalah keistimewaan dan hal yang patut diteladani. Pola soalnya, disajikan teks biografi seseorang kemudian diminta memelisik keistimewaan dan hal yang patut diteladani.

Keistimewaan maksudnya kemampuan seseorang yang tidak (jarang) dimiliki orang lain. Misal Habibie bisa menciptakan pesawat, Bill Gates mendirikan Microsoft, Steve Job membangun Apple, dll.

Sementara hal yang patut diteladani maksudnya hal yang positif yang dimiliki tokoh tersebut. Hal yang bisa ditelani tersebut hal yang timbul karena kemauan, bukan hal fisik. Misal tinggi, putih. Melainkan rajin membaca, bekerja keras, dll.

 

  • Simpulan

Materi ini merupakan materi yang biasanya sulit dikerjakan siswa, karena memang bersifat tafsiran. Secara sederhana simpulan diartikan sebagai  pernyataan akhir dari beberapa gagasan. Ada pendapat yang menyatakan simpulan adalah intisari-kompromi dari gagasan satu dengan gagasan lain.

 

  • Menjelaskan Maksud Iklan

Pola soalnya:  ditampilkan sebuah iklan yang terdiri atas beberapa kalimat. Siswa diminta menjelaskan salah satu kalimat, misal kalimat 5: rumahnya modern. Maksud dari rumah modern adalah….

 

  • Menentukan Fakta dan Opini Sebuah Iklan

Fakta maknanya hal yang bersifat nyata objektif. Umumnya berupa angka, misal: rumah beukuran 12 x 15 meter. Namun bisa juga tidak berupa angka, misal: berada di samping Alun-Alun Cilacap.

Sementara opini hal yang bersifat relatif. Bisa terjadi perbedaan pendapat satu orang dengan orang lain. Misal: masih mulus. Mulus versi si A dengan si B bisa jadi berbeda.

 

 

  • Mengidentifikasi isi grafik dan tabel

-Untuk grafik dan tabel biasanya diminta menentukan pernyataan yang tepat atau simpulan yang tepat.

Pernyataan adalah hal yang sesuai dengan apa yang ada dalam grafik dan tabel. Tipsnya, perhatikan dengan sungguh-sungguh isi dan keterangan. Termasuk misal keterangan dalam % atau dalam Rp. Biasanya penulis tabel mengecoh hal tersebut.

Simpulan adalah pernyataan yang paling umum dan benar berdasar fakta. Triknya baca seluruh isi dan keterangan grafik dan tabel dengan teliti.

 

  • Denah

Untuk denah bentuk soalnya adalah menanyakan rute yang paling dekat dari sau titik ke titik berikutnya. Triknya, hafalkan arah mata angin, mana utara mana selatan, dll. Biasanya menggunakan arah mata angin: belok ke barat, kemudian ke selatan melewati Jalan Adiyaksa, dll. Perhatikan juga rambu jalan, misal satu arah berarti tidak bisa dilewati dua arah.

 

  • Bagan

Bentuk soalnya adalah membuat soal yang ada jawabannya dalam bagan tersebut. Artinya jika bagan itu tak ada, maka jawabanpun tak ada. Misal: Siapakah yang menduduki jabatan tertinggi dalam bagan tersebut, dll. Bukan pertanyaan yang di dalam bagan tidak ada penjelasannya, misal: apa tugas sekretaris. Padahal di bagan  jelas-jelas tidak ada keterangan tugas sekretaris.

 

Demikianlah Bedah Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia 2015 untuk aspek membaca kebahasaan, untuk aspek berikutnya akan diteruskan pada tulisan berikutnya, insyaAllah.

Bagi yang mau melihat contoh soal TO UN, sila kunjungi blog sayalainnya:

Be Sociable, Share!

2 thoughts on “Bedah Kisi-Kisi UN Bahasa Indonesia 2015

Leave a Comment