Langkah-langkah Menulis Puisi Tentang Hewan dan Tumbuhan

Langkah-langkah Menulis Puisi Tentang  Hewan dan Tumbuhan

 

Menulis Puisi tentang hewan

Menulis Puisi tentang hewan

Tidak bisa dipungkiri bahwa  menulis puisi bagi sebagian orang (siswa) adalah sesuatu yang sulit. Permasalahan yang dihadapi biasanya adalah kendala pemilihan kata (diksi) dan ide (imajinasi). Untuk masalah pertama solusi yang bisa dikedepankan adalah membiasakan siswa membaca puisi karya orang lain, atau mendengarkan/menonton pembacaan puisi,

Untuk permasalahan yang kedua solusi yang bisa ditawarkan adalah mengajak siswa berinteraksi dengan alam. Bawa siswa ke luar kelas menuju tempat yang nyaman, indah, dan menarik.

Biarkan mereka mengamati flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) di sekirar. Nah, sebelumnya, mari kita bahas mengenai langkah-langkah menulis puisi. Langkah-langkah ini dianggit dengan penyesuaain dari buku K13 Kemendikbud kelas 8.

Langkah-langkah menulis puisi:

  • Tentukan tema!

Pada kesempatan ini kita batasi pada tema flora dan fauna. Walaupun terbatas, tema ini cukup luas cakupannya. Banyak sekali tumbuhan dan hewan sekitar. Ada burung, semut, kucing, anjing, bunga, pohon mangga, pinus, dll. Lihat saja sekeliling, perhatikan hal yang menarik, jadikan itu tema puisi kita. Misal kucing kucel yang mengeong sendirian, mencari makanan. Atau lihat pohon mangga yang tak bertuan yang berbuah lebat.

 

  • Lihat kemudian tambahkan imajinasi hal yang akan ditulis!

Setelah tema ditentukan, perhatikan dengan teliti objek yang dijadikan tema puisi. Misal tadi melihat kucing, teliti warnanya, tingkat kekucelannya, jenis eongannya, tempat yang ia tuju, dll. Kalau pohon mangga, lihat bentuk buahnya, jenis mangganya, daunnya, tingginya, dll. Setelah itu tambahkan imajinasi (daya khayal) terhadap objek yang diamati. Misal kucing kumal tadi, coba tutup mata, bayangkan ia berjalan gontai mencari ikan, dari satu rumah ke rumah lain, sayang ia bukannya mendapat belas kasihan, malah mendapat pukulan dari pemilik rumah.

  • Tulis apa yang dibayangkan!

Setelah imajinasi tampil, jangan lupa menuliskan imajinasi tersebut. Langkah awal, tulis saja apa yang terlintas di benak. Tidak usah dulu memikirkan bagus tidaknya. Biarkan ia mengalir.

 

  • Pilih diksi, ungkapan dan majas yang tepat!

Jika sudah mengalir, jangan lupa perhatikan diksi (pilihan katanya). Juga ungkapan dan majas yang membangun keindahan puisi. Sekilas tentang majas, bisa klik

 

  • Cermati dan revisi naskah puisi yang sudah ditulis

Pastikan naskah puisi selesai, artinya sampai akhir (ending). Jangan sampai tersendat di tengah jalan. Kalau mengalami block writing (mandeg) boleh ditinggal dulu sebentar, rihat, cari kesegaran. Tapi jangan lama-lama ditinggalnya, nanti malah malas melanjutkan. Seperti kata penulis senior, biarkan saja semua mengalir, jangan dulu diedit atau revisi. Baru setelah semua selesai ditulis silakan cermati lagi. Biasanya setelah dibaca ulang ada saja hal baru yang kita temukan. Kekurangan kata, rima yang kurang pas, bahkan bisa jadi kelebihan kata. Perbaiki sehingga menjadi puisi yang mantap.

Ah ya, tips lain dari penulis senior, jika puisi yang kita tulis ditujukan pada media (cetak/online) tak ada salahnya endapkan dulu, jangan langsung dikirim. Biarkan beberapa jam atau hari. Proses pengendapan berfungsi sebagai pematangan. Kadang kala lewat proses pengendapan ada ide baru/tambahan yang dapat menampah ciamik puisi yang kita tulis.

Begitulah kira-kira tahapan menulis puisi tentang hewan dan tumbuhan , contoh puisinya bisa di klik …………………

Penulis: Prito Windiarto, S.Pd. Alumnus Diksatrasia Universitas Galuh, Penulis Buku.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Comment